Kamis, 27 Maret 2025
Ridwan Kamil Klarifikasi Hubungan dengan Lisa Mariana
Jurnalis Juwita Ditemukan Tewas di Banjarbaru, Dugaan Pembunuhan oleh Oknum TNI AL Mencuat
Jurnalis Juwita Di Bunuh TNI
THENEWS, - Seorang jurnalis perempuan bernama Juwita ditemukan tewas di pinggir jalan kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh warga pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 15.00 WITA.
Saat pertama kali ditemukan, jasad Juwita berada di tepi jalan bersama sepeda motornya, sehingga awalnya diduga sebagai korban kecelakaan tunggal. Namun, sejumlah warga yang melihat kondisi tubuh korban merasa ada kejanggalan karena tidak ditemukan luka yang lazim terjadi akibat kecelakaan. Justru, terdapat bekas luka lebam di bagian leher yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Atas kejanggalan tersebut, rekan-rekan Juwita mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kebenaran di balik kematiannya. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian dan aparat terkait.
Selasa, 25 Maret 2025
TIMNAS HARUS MENANG HARI INI
Timnas Harus Menang Malam Ini
Sabtu, 22 Maret 2025
Prabowo Segera Terbitkan Peraturan Pemerintah Berantas Judi Online
Rabu, 19 Maret 2025
UU TNI Disahkan Oleh DPR RI 20 Maret 2025
UU TNI Disahkan Oleh DPR RI 20 Maret 2025
Pemerintah dan DPR tengah membahas revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia
THENEWS 20 Maret 2025, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia telah mengesahkan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), yang memungkinkan perwira militer menduduki lebih banyak posisi sipil. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan kelompok masyarakat sipil, yang takut akan kembalinya era 'Orde Baru' di bawah mantan Presiden Suharto, di mana militer memiliki peran dominan dalam urusan sipil.
Presiden Prabowo Subianto, mantan komandan pasukan khusus di bawah Suharto, telah memperluas peran angkatan bersenjata ke bidang-bidang yang sebelumnya dianggap sipil, termasuk program andalannya berupa pemberian makanan gratis untuk anak-anak. Meskipun pemerintah menyatakan bahwa undang-undang tersebut mengharuskan perwira untuk mengundurkan diri dari militer sebelum mengambil posisi sipil, kekhawatiran tentang keterlibatan militer dalam bisnis tetap ada.
Kelompok hak asasi manusia, termasuk Lembaga Bantuan Hukum dan Amnesty International Indonesia, telah mendesak parlemen untuk menolak revisi tersebut, dengan alasan bahwa hal itu dapat membawa Indonesia kembali ke era dominasi militer dan menciptakan ketidakpastian hukum. Mereka berpendapat bahwa undang-undang tersebut mengancam demokrasi, transparansi, dan dapat menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia serta impunitas.
Pemerintah berusaha mengatasi kekhawatiran ini dengan mewajibkan perwira militer untuk mengundurkan diri sebelum menduduki sebagian besar peran sipil. Namun, perwira aktif masih dapat ditunjuk untuk beberapa lembaga utama, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan kekuasaan di bidang sipil.
Protes terhadap amandemen ini diperkirakan akan terjadi, dengan mahasiswa dan kelompok demokrasi telah melakukan aksi di Jakarta. Beberapa mahasiswa berkemah di gerbang belakang gedung parlemen sejak Rabu malam, memprotes undang-undang tersebut dan menuntut pemerintah menarik semua personel militer dari pekerjaan sipil.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa perubahan tersebut diperlukan untuk beradaptasi dengan tantangan geopolitik yang berkembang, meskipun ia tidak merinci ancaman tersebut.
Revisi ini juga mencakup perpanjangan batas usia pensiun bagi prajurit TNI dan perluasan jabatan sipil yang dapat diduduki oleh personel militer. Beberapa pihak menilai bahwa aturan ini masih perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan modernisasi institusi TNI.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menilai bahwa UU TNI yang ada saat ini sudah tidak relevan dengan kondisi dan tantangan saat ini, sehingga perlu direvisi agar lebih sesuai dengan kebijakan dan keputusan politik negara yang terus berkembang.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi revisi tersebut dengan menyatakan bahwa TNI akan mengikuti aturan yang diputuskan negara dan meminta agar status prajurit TNI yang ditugaskan di kementerian atau lembaga lain tidak dijadikan polemik.
Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menyoroti sejumlah pasal yang bermasalah dalam rancangan revisi UU TNI, dengan alasan bahwa beberapa perubahan berpotensi mengembalikan peran dan fungsi militer seperti pada era Orde Baru.
Partai Golkar menyatakan bahwa tenaga prajurit TNI dibutuhkan di jabatan sipil, namun menekankan bahwa revisi UU TNI tidak boleh mencederai demokrasi.
Secara keseluruhan, revisi UU TNI ini menimbulkan perdebatan antara kebutuhan untuk menyesuaikan peran TNI dengan tantangan saat ini dan kekhawatiran akan kembalinya dominasi militer dalam urusan sipil yang dapat mengancam demokrasi dan hak asasi manusia.
Selasa, 18 Maret 2025
Kapolri Naikkan Pangkat Anumerta kepada 3 Polisi Gugur Ditembak Oknum TNI di Lampung
Kapolri Naikkan Pangkat Anumerta kepada 3 Polisi Gugur Ditembak Oknum TNI di Lampung
Kantong jenazah dari tiga polisi yang ditembak mati oleh diduga anggota TNI.3 Polisi Tewas Ditembak di Lampung
3 Polisi Tewas Ditembak di Lampung
THENEWS - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengutuk keras aksi penembakan terhadap tiga polisi yang ditembak saat menggerebek arena judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Senin (17/3/2025) sore.
Sahroni menyatakan, hukuman mati harus dijatuhkan bila benar bahwa anggota TNI dan Polri merupakan pelaku penembakan tersebut. "Kalau pelakunya oknum TNI Polri maka wajib ditembak mati," kata Sahroni saat dihubungi THENEWS, Selasa (18/3/2025).
Sahroni mendorong TNI dan Polri harus bersama-sama mengusut kasus penembakan ini karena kejadian itu biadab dan jahanam. Sempat Diintimidasi, Keluarga Korban Penembakan Polisi Minta Dilindungi LPSK "Siapapun pelaku dari oknum TNI Polri segera tembak mati saja ini biadab," ujar Sahroni.
Di sisi lain, Sahroni turut mengucapkan duka cita mendalam untuk tiga anggota Polri yang gugur saat bertugas itu. "Kalian pahlawan bagi masyarakat yang berdinas untuk amankan negara,"kata dia.
TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Tewasnya 3 Polisi Saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung Diketahui, tiga anggota yang tewas adalah Kapolsek Negara Batin Inspektur Satu (Iptu) Lusiyanto beserta dua anggotanya, Brigadir Kepala (Bripka) Petrus Apriyanto, dan Brigadir Dua (Bripda) Ghalib Surya Ganta. Kronologi kasus ini bermula pada Senin siang, saat Polsek Negara Batin menerima informasi mengenai aktivitas judi sabung ayam di Kampung Karang Manik.
Setelah penyelidikan awal, sebanyak 17 personel dikerahkan untuk melakukan menggerebek lokasi dipimpin oleh Iptu Lusiyanto. Saat tiba di arena sabung ayam, situasi awalnya tampak normal tetapi rombongan polisi tiba-tiba ditembak oleh orang tak dikenal. Dalam insiden itu, Kapolsek Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda Ghalib Surya Ganta tertembak dan meninggal dunia di lokasi.








